Nada keharuan terdengar menyayat hati.
Ketika rasa dan perasaan perlahan pergi terkubur dalam ruang-ruang hati yang hampir retak.
Kesunyian dan kepiluan terpancar dari paras lembut yang membisu dan membatu.
Ribuan tanya seolah sulit terjawab dan menjadikannya sebuah misteri tentang arti sebuah Cinta.
Tatapannya kini kosong, tawanya perlahan memudar, hingga hidup tak dapat lagi melihatnya menari dan bernyanyi.
langit tak lagi menyambut dengan nuansa birunya, hujan pun tak berhenti turun seakan mendukungnya untuk terus bersedih.
Lalu apakah dunia pun harus turut menangis jika butiran air mata masih mengalir membasahi pipi ? Dan haruskah mentari berhenti bersinar bila para insan sedang dilanda perpisahan ?
Jika demikian siapakah yang harus disalahkan ? Waktu kah ? Terasa tidak bijak rasanya menyalahkan waktu. Walaupun kenyataannya waktuk lah yang membawa kita pada sebuah perpisahan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar